seperti roda dia berputar
kadang ada di atas
kadang ada di bawah
seperti ayunan di bergerak
kadang ke depan
kadang ke belakang
bahkan alampun ikut melukiskan
seperti langit
kadang cerah
kadang mendung
semua bisa berubah...
karena itu semua sudah ada yang mengatur
manusia hanya berusaha n berdo'a
hasil akhir...
pasti itu yang terbaik...
berubah-ubah

menjemput asa
bayangan itu semakin jelas
meski hanya punggung tegap yang terlihat
tapi hati ini mulai berdesir
tak pernah terlintas dibenakku
jauh sebelum waktu berbicara
inikah dia...
dia yang akan membantuku meniti hari...
dia yang akan menggengamku erat
dia yang akan menyempurnakan kekuranganku
Ya Rahman...
jika memang dia yang Engkau kirim untukku
mudahkanlah untuk kami menjemput cinta
dibawah naungan cintaMU...
waktu akan menjawab
kesyahduan malam telah menjadi saksi
hanya berteman desiran angin
meski berjalan dengan tertatih
bahkan berulang kali dia jatuh dan harus merangkak
tapi satu keyakinan dihatinya...
ujung jalan tu pasti bisa dia raih
meski harus dibayar dengan peluh & air mata
hingga alam akan menjadi saksi
dan waktu akan memberikan jawaban
Desiran Hati
didepan mata
tehempas dunia tanpa batas
luas...seluas hati-hati yang ikhlas
namun gelap...
bagai hati-hati yang dirundung kedukaan
hanya berhias kerlip bintang
menari di angkasa
desiran ombak
memecah tebing-tebing kokoh
menggoyahkan jiwa-jiwa yang lemah
angin yang menusuk tulang
tak membuat kaki beranjak
meski ditemani kesendirian
tapi mampu menikmati sisi lain kehidupan
Nyanyian Malam
sunyi...
ketika kutatap sudut-sudut langit
kulihat kesunyian tak bertepi
hampa tanpa rasa
seolah tak ada kehidupan...
mencoba menutup mata dari hiruk pikuk dunia
memejamkan mata
menikmati hembusan yang terlalu lembut untuk diabaikan
meraba getar-getar kesyahduan dipenghujung malam...
sepi...
hanya sayup-sayup helaan nafas panjang yang terdengar
seolah melepaskan segala penat
perlahan...
tapi nampak begitu indah
bagai nyanyian malam...
Ribuan Tapak
lamat-lamat...
ku dengar bisikan semakin memberontak
ingin kembali, namun hati enggan
perjalanan yang ku tempuh
terlalu melenakan...
berawal dari setapak
hingga kini telah ribuan tapak ku berlari
tanpa rasa lelah maupun letih
karena ku yakin mimpi itu
semakin dekat...
ribuan tapak itu telah mengisi hariku
susah..senang..terbayarkan
Kepakan Harapan
Perlahan sang surya mulai menampakkan dirinya
Awan menghapus kelabunya
Pelangi membiaskan warna indahnya
Alam mulai menjawab...
Kegundahan para burung
Yang mencari tempat singgah tak berujung
Tempat mengadu susah dan senang
Meski sayap yang lelah mengepak
Kadang membawanya terbang tak menentu
Terbawa oleh angin yang kadang kurang bersahabat
Menunggu di Penghujung Kerapuhan
Kemarin aku menemukannya begitu kokoh berdiri
Berlari merengkuh impian
Memberikan senyuman pada alam
Ketika pagi senandungnya bersautan dengan kicauan burung
Ketika siang gemuruh semangatnya menyatu dengan heruk pikuk dunia
Ketika malam sujudnya menemani kekhusyukan syahdu
Hari ini...
Dia hanya tertatih
Menunggu genggaman tangan yang kuat
Untuk menuntunnya
Hingga dia mampu bangkit
Bukan untuk dirinya dia bangkit
Tapi untuk orang-orang yang diacintainya
Bukan untuk dirinya dia melangkah
Tapi untuk orang-orang yang disayanginya
Karena hidupnya bukan untuk dirinya
Itu kata yang selalu keluar dari bibirnya
Sosok tangguh yang akan selalu membuat aku bangga
Karena telah dipertemukannya dengannya...
Arus Waktu
melihatnya berdiri begitu tegak
membuatku yakin bersamanya
menatap kobaran semangat dimatanya
seperti dorongan kekuatan dalam diriku
kini...semangat itu seperti terombang-ambing
terbawa arus waktu yang terus mengalir deras
ketika waktu surut dia nampak dipermukaan
namun ketika waktu bergolak dia menghilang
dengan kekuatan yang ku miliki
aku ingin menariknya
menarik dirinya keduniaku
hingga aku bisa selalu menguatkannya
Gemuruh Kesunyian
gemuruh itu memecahkan kesunyian
angin yang lembut...
seolah tak bersahabat
langit yang indah berubah kelabu
tawa riang menjadi air mata
kepalan tangan seolah tak mampu melawan
sekuat apapun berdiri
sekokoh apapun benteng yang melindungi
semua tak berarti...
Mentari di Ujung Senja
hanya bersama mentari dia hadir
benafas lewat embun pagi
berkata seindah kicau burung
membangunkan jiwa-jiwa yang terbuai mimpi
lembut namun memberi semangat pagi
namun ketika senja menjemput
burung-burung kembali keperaduan
sunyi kembali menyergap
hingar bingar berganti lelap
hanya sudut-sudut kosong yang menemani
tanpa ada tempat untuk bermuara kasih
selain Illahi Rabbi...
Tapakan Motivasi
melangkahkan kaki
seolah setiap waktu tiada berguna
menapak...
tanpa ragu dimintai pertanggung jawaban
berlari namun tak berujung
hanya mengejar bayang-banyang
banyang-bayang semu
dari motivasi tak bertepi
kadang terhenti
bukan karena telah menemukan
tapi kelelahan mengejar
hingga akhirnya...
mungkin dia hanya bisa terdiam
menunggu datangnya sebuah rengkuhan
bukan rengkuhan kuat
tapi cukup menguatkan
bukan kasih sayang lebih
tapi cukup menyayangi
Memiliki yang Telah Hilang
haru biru pagi ini
membuat ku belajar
dimana aku harus bersyukur
atas apapun yang terjadi
ketika aku merasa kehilangan
pada saat itulah
aku baru menyadari
bahwa aku pernah memiliki
seperti biasan pelangi
yang datang menggantikan rintikan hujan
meski dia hadir hanya sesaat
namun cukup menorehkan keindahan
disetiap sudut mata
para pencari keindahan
Awal Perjalanan
Kadang membuat kita berpikir 1000 kali
Untuk melangkah...
Tanpa kita sadari
Bahwa hidup kita berawal dari
Satu pijakan yg tertatih
Hingga kita mampu berdiri tegak
Menatap penuh asa...
Setiap pemasalahan yang ada
Mulai dari satu pijakan
Kita akan mengukir sejarah kehidupan
Dan anginpun akan menjadi saksi









